Kesehatan

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome dan Pencegahannya

Pencegahan dan cara mengobati Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat berbeda-beda tergantung seberapa parah penyakit ini diderita. Untuk kondisi ringan pengobatan CTS bisa dengan istirahat, namun untuk kondisi yang parah mungkin perlu melakukan tindakan operasi.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau sindrom lorong karpal merupakan kondisi dimana tangan dan pergelangan tangan mengalami nyeri, mati rasa, lemah, dan kesemutan. CTS terjadi ketika saraf di pergelangan tangan tertekan atau terhimpit.

Para penggemar game mobile khususnya Mobile Legends (MLBB) mungkin sudah tidak asing dengan sindrom ini, khususnya di Indonesia. Beberapa pemain professional dari game MLBB dikabarkan banyak yang pensiun dini karena CTS.

CTS terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan karena lorong karpal menjadi sempit dan membengkak. Gejala CTS mirip dengan syndrome de Quervain’s Tenosynovitis atau radang tendon jempol tangan.

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Pengobatan CTS dibedakan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit yang dideritanya. Untuk penyakit ringan CTS mungkin bisa sembuh dengan sendirinya, namun untuk kasus yang berat harus ada penanganan khusus.

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome dan Pencegahannya

Berikut beberapa pilihan pengobatan Carpal Tunnel Syndrome (CTS):

  1. Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas-aktivitas berat yang dapat memperparah CTS.
  2. Penggunaan obat-obatan: Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada tangan.
  3. Belat pergelangan tangan: Memakai belat pergelangan tangan ketika tidur dapat membantu mengurangi tekanan dan mengistirahatkan saraf median.
  4. Suntikan kortikosteroid: Suntikan kortikosteroid dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
  5. Terapi fisik: Latihan fisioterapi dapat membantu memperkuat otot dan pergelangan tangan serta meningkatkan fleksibilitas.
  6. Operasi: Operasi biasanya dilakukan sebagai pilihan terakhir jika pengobatan lain tidak efektif.
BACA JUGA:  Penyebab Leher Kaku dan Sakit Serta Cara Mengatasinya

Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Pencegahan penyakit CTS dilakukan dengan cara menurunkan faktor risiko yang dapat diturunkan seminimal mungkin. Berikut adalah beberapa cara pencegahan CTS yang bisa Anda lakukan:

  1. Hindari aktivitas berlebihan yang dapat meningkatkan gejala.
  2. Istirahatkan tangan secara teratur ketika melakukan pekerjaan yang berulang.
  3. Gunakan belat pergelangan tangan ketika tidur.
  4. Menjaga berat badan tetap ideal.
  5. Periksakan jika Anda mengalami CTS dan memiliki riwayat medis, seperti diabetes, rheumatoid arthritis, dan hipotiroidisme.

Gejala CTS

Terdapat beberapa gejala umum yang dirasakan oleh penderita CTS. Berikut diantaranya”

  1. Rasa sakit, nyeri, mati rasa, dan kesemutan di pergelangan dan jari-jari tangan.
  2. Gejala biasanya hilang timbul, namun waktu yang sering kambuh adalah saat pagi hari atau bangun tidur.
  3. Kekuatan genggaman melemah, terutama ketika menggenggam benda-benda kecil.
  4. Kelemahan otot di tangan
  5. Nyeri yang menjalar sampai lengan bagian atas.

Penyebab CTS

Penyebab CTS secara umum adalah saraf pada pergelangan tangan tertekan dan terhimpit. Namun terdapat beberapa penyebab lainnya, diantaranya:

  1. Pembengkakan di pergelangan tangan: Pembengkakan pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti cedera, kehamilan, obesitas, menopause, atau radang sendi.
  2. Cedera pergelangan tangan: Patah tulang, dislokasi, atau pergelangan tangan yang terkilir dapat menjadi penyebab sakit CTS.
  3. Penggunaan berulang dan dalam jangka waktu lama: Pergerakan yang berulang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menjadi penyebab CTS, seperti bermain game, mengetik, memainkan alat musik, atau aktivitas lainnya yang berulang.
  4. Penyakit tertentu: Pengaruh penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab CTS, sepeti diabetes, rheumatoid arthritis, dan hipotiroidisme.

Faktor Risiko CTS

Faktor risiko CTS dapat meningkatkan seseorang mengalami sindrom ini, berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  1. Jenis kelamin: Wanita lebih rentan terkena sindrom CTS daripada laki-laki.
  2. Usia: Pertambahan usia juga menjadi salah satu faktor risiko penderita CTS.
  3. Perubahan hormon: Orang yang sedang dalam perubahan hormon, seperti hamil dan menopause memiliki risiko tinggi mengalami CTS.
  4. Obesitas: Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada pergelangan tangan.
  5. Penyakit tertentu: Penderita penyakit, seperti diabetes, rheumatoid arthritis, dan hipotiroidisme lebih rentan terkena CTS.
BACA JUGA:  Waspada! Penyebab Telat Haid Ini Tidak Boleh Dihiraukan!

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang bekerja menggunakan jari tangan dan dengan intensitas kerja yang berulang dan lama. Informasi diatas merupakan informasi umum untuk sindrom CTS.

Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Dany

Saya memiliki ketertarikan terhadap dunia digital marketing terutama SEO dan ingin terus mengembangkan ilmu saya di bidang ini.

Dany has 35 posts and counting. See all posts by Dany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *